Selasa, 07 Juni 2011

HURUP/ AKSARA LONTARA BUGIS

Suku bugis menggunakan dialek tersendiri di kenal dengan "Bahasa Bugis" dan mempunyai tulisan hurup bugis yang di panggil " Aksara Lontara Bugis" Aksara ini telah ada sejak abad ke-12, sejak melebarnya pengaruh Hindu di Indonesia. Aksara bugis berjumlah 23 hurup, yang semuanya disusun berdasarkan aturan tersendiri.
Sejarah Lontara mempunyai dua pegertian dalam bahasa Bugis yakni:
  1. Lontara sebagai sejarah dan ilmu pengetahuan
  2. Lontara sebagai tulisan.

    Kata lontara berasal dari bahasa Bugis yang berarti Daun Lontar karena awalnya ditulis di Daun Lontar, Daun lontar ini memiliki lebar kira-kira 1 cm, sedangkan panjangnya di sesuaikan dengan panjangnya tulisan. 
    Tiap-tiap daun lontar disambungkan dengan menggunakan Benang lalu digulung dalam jepitan kayu, yang bentuknya mirip dengan gulungan pita kaset.
    Cara membacanya ndari kiri ke kanan, Aksara Lontara bisa juga disebut dengan Sulpa Eppa

Minggu, 05 Juni 2011

ASAL USUL SUKU BUGIS

jika anggapan Roger F Mills pada tahun1975, benar bahwa lokasi pertama yang di datangi pendatang adalah sekitar muara sungai saddang maka kemungkinan besar asalnya dari Kalimantan. Kalimantan Timur yakni sekitar kutai-samarinda, atau dari bagian tenggara Kalimantan yakni sekitar Pegatan-pulau laut.
Kalimat kunci yang menjadi Benang Merah: antara pulau sulawesi- Suku Bugis-Migrasi, tujuan migrasi adalah alasan tujuan untuk melakukan perpindahan dari tanah kelahirannya ke daerah lain.
Christian Pelras, mengambil kasus orang Bugis di Kalimantan Timur, sebagai salah satu contoh yaitu perpindahan seorang bangsawan wajo bernama La Ma'dukelleng bersama 3000 pengikutnya ke PASER dan oleh sultan Paser diberi tanah yang sekarang ini di kenal dengan nama SAMARINDA kawasan yang di besarkan oleh orang Bugis.
La ma'dukelleng(bugis) Raja paser Kalimantan Selatan yang bekeluarga dengan raja kutai di kalimantan Timur
Daeng Manambon yang jadi raja di Kalimantan Barat setelah membantu pihak dayak yang berperang saudara saling kayau, daeng cella yang menikah dengan sultan sambas.

JADI DAPAT DISIMPULKAN BAHWA SUKU BUGIS DAN SUKU ASLI YANG TERDAPAT DI KALIMANTAN, MASIH ADA HUBUNGAN DARAH.

terlepas dari keadaan yang terus berubah aktivitas perantauan merupakan ciri khas"permanen" orang Bugis sampai saat ini.  

BUGIS MANDAR

Suku Mandar Yang merupakan dari Sulawesi Barat adalah suku yang dekat dengan kehidupan laut dan mampu beradaptasi dengan kehidupan di lautan christian pelras merupakan peneliti kebudayaan dari prancis menyatakan dalam bukunya"Manusia Bugis", bahwa orang orang mandar merupakan pelaut ulung mereka tidak akan bisa hilang dan sesat dilautan.
Bagi suku mandar, melaut merupakan aktivitas mereka dalam menyatukan diri dengan alam khusunya lautan dari melaut merka dapat membaun karakter, budaya dan bertahan hidup.

Sabtu, 04 Juni 2011

BADIK/KAWALI

Badik/kawali bagi masyarakat sulawesi (Bugis) mempunyai kedudukan tinggi. Badik/atau kawali bukan sekedar sebagai senjata tikam, melainkan juga melambangkan status pribadi dan karakter pembawanya.
Kebiasaan membawa badik dikalangan masyarakat terutama suku Bugis merupakan pemandangan yang lajim sampai saat ini, kebasaan tersebut bukanlah mencerminkan bahwa suku Bugis adalah masyarakat yang gemar berperang atau suka mencari keributan melain kan lebih menekankan makna simbolik yang terdapat pada badik/kawali tersebut.

Badik/kawali yang istimewa memiki beberapa unsur segi sisi"(tuah) mistik  yakni:
  1. Membawa kebaikan pada pemliknya baik kemudahan rezki karisma maupun peningkatan karir menghindari ganguan mahluk halus,sihir dan tolak bala.
  2. Untuk melidungi pemiliknya dari malapetaka, meneropong musuh sebelum berperang.  
  3. Pemiliknya disenangi oleh siapa saja yang melihatnya.
Namun semua itu hanyalah kehendak allah SWT.

MELEPASKAN DIRIMU

Lihatlah aku slalu menunggu 
Hingga kau benar benar benar melupakannya
Harus brapa lama ku terus berharap
Cinta yang tulus dari dasar hatimu

Aku dimana dalam cinta mu
Mengapa dirinya yang slalu kau rindu
Aku dimana dalam kisahmu
Kau slalu hadir kan dia dalam hidupku

Haruskah aku meninggalkan kamu 
Dan melepaskan semua kenangan indah ini
Bila memang itu yang kau inginkan kan
Ku akan rela melepaskan dirimu

DIA

Adakah kau tau arti kau slalu untukku kini
Sepanjang hidupku dirimu ku ingin kau sllu disini
Biarkanlah aku hidup memandang dirimu slalu
Meski kini aku mengerti dirimu tak lagi ku miliki

Dia dia dia membuatku terluka
Dia dia dia tlah hancurkan ku dengan cinta
Dia dia dia tlah tinggalkan ku slamanya

Kusadari dirimu tak lagi ku miliki
Ku akui dirimu tetab di hati ini

DUSTAMU

Malam ku kini ta ada dirimu
karnamu tlah hancurkan harapanku
kau sia sia kan semua cinta yang tulus ku beri
kau lukai aku hanya untuk mencintai dirinya

bisa ka aku memelukmu walau sesaat
karna diriku takkan mungkin relakanmu dengannya
bisaka aku memelukmu walau sekejap
karna diriku takkan mungkin melepasmu dariku

diriku tak sesempurna dirinya
bagimu dia adalah segalanya
namun diri ini masi punya setia yang ku beri
namun kau nodai semua itu dengan sebuah dusta